Powered By Blogger

Jumat, 28 Juni 2013

pameran produk gizi mahasiswa poltekkes ternate




Pembukaan Pameran Produk Gizi  dengan tema “Gizi Seimbang Untuk Hidup Lebih bermanfaat”  pada akhir pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan Jurusan Gizi Ternate berlangsung pada hari Minggu, 2 Juni 2013 bertempat di Kantor Kelurahan Sanganji Utara. Tema gizi seimbang untuk hidup lebih bermanfaat kami tetapkan, mengingat bahwa masih rendahnya pemahaman masyarakat akan pentingnya hidup sehat dengan konsumsi makanan gizi seimbang.
Mahasiswa yang melaksanakan kegiatan tersebut adalah mahasiswa semester VI dengan mata kuliah Manajemen Intervensi Gizi Masyarakat dengan kompetensi mampu melakukan upaya intervensi gizi di masyarakat. Kegiatan puncak PKL mahasiswa jurusan gizi diakhiri dengan serangkaian kegiatan Pameran Produk Gizi. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Lurah Kelurahan Sangaji Utara  dan Direktur Poltekkes Kemenkes Ternate. Suatu hal yang sangat istimewa dirasakan oleh panitia pameran gizi dari para mahasiswa PKL atas kehadiran Direktur Poltekkes Kemenkes Ternate  yang membuka acara pameran gizi. 
Kegiatan–kegiatan pameran produk gizi terdiri atas pemanfaatan pekarangan sebagai sumber zat gizi keluarga, Stand teknologi tepat guna bahan makanan yang mengangkat potensi bahan makanan lokal meliputi (produk susu kedelai, jahe instant,kurma tomat,es nata de coco, mie bayam, kecap air kelapa dan masih banyak lagi), stand pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan kadar gula darah dan tekanan darah, dan stand konsultasi gizi. Pada kegiatan tersebut panitia memberikan penjelasan mengenai produk yang dipamerkan degan berbasis pangan lokal dan sentuhan teknologi sederhana.
Dalam kesempatan acara Pameran tersebut, Direktur Poltekkes Kemenkes Ternate memberikan sambutan dan sekaligus membuka acara pameran tersebut. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa Jurusan Gizi. Ditambahkan juga bahwa kegiatan ini dapat  membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang sumber makanan vitamin dan mineral melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang murah dan terjangkau.  Kegiatan pameran gizi disambut gembira oleh masyarakat Kelurahan Sangaji Utara karena mahasiswa mampu melakukan kegiatan intervensi gizi selama proses PKL berlangsung  hingga terlaksananya pameran produk gizi, sebelumnya Bapak Lurak Kelurahan Sangaji Utara juga menyampaikan apresiasi yang besar atas keberhasilan dalam membuat kegiatan ini dan untuk kedepannya beliau bersedia menerima dengan hati terbuka untuk Mahasiswa Jurusan Gizi yang akan melakukan kegiatan praktek kerja lapangan di Kelurahan Sangaji Utara, apalagi jika dalam kegiatan praktek kedepannya dilakukan lagi kegiatan pameran produk gizi yang kedua kalinya. Dalam kegiatan pameran produk gizi ini, pengunjung yang datang ke acara ini sebanyak 44 orang, dan mereka sangat menyambut gembira kegiatan pameran ini. Mereka berharap kegiatan semacam ini sering-sering dibuat. Menurutnya, produk yang disajikan sangat enak, menarik, nilai gizi lengkap dan aman dikonsumsi. Oleh karena itu, semakin enaknya produk yang dipamerkan, banyak diantara mereka yang meminta agar produk yang dipamerkan ini digratisin saja dan banyak juga diantara mereka yang meminta resep dari produk yang disajikan.

catatan hati seorang anak


Tgl 18/06/2013
SABAR
Yang namanya dunia itu ada masa senang dan masa kurang senang. Di saat kurang senanglah kita perlu aktif. Aktif untuk bersabar. Bersabar tidak pasif, tapi aktif bertahan, aktif menahan cobaan, aktif mencari solusi. Aktif untuk tidak menyerah pada keadaan. “Allah selalu bersama dengan orang yang sabar”                                                                                                                                                           Sebuah nasihat yang selalu aku dengar saat aku mengikuti khotbah shalat jum’at dan saat aku masih berada di MAN.
Namun sampai kapan aku harus bersabar ?
Apakah Allah akan selalu bersama dengan saya ?
Huuuu Huuu......
Malam ini, aku hanya bisa termenung di dalam kamar. Aku sangat bingung dengan perasaan ini. Disatu sisi aku merasa kecewa, dan disatu sisi lagi, aku ngerasa kasiank dan bersalah. Pikiranku malam ini seakan melayang jauh entah ke mana. Semakin lama aku termenung, semakin membuat aku merasa sedih. Aku coba ikhlaskan semuanya dan berpikir mungkin aq beserta keluargaku dapat mengambil hikmah dari kejadian ini. Sudah berbagai gaya tidur aku coba, tapi selalu timbul pertanyaan dalam benak aku tentang
Apa yang akan terjadi besok ?????
Sebenarnya aku sangat tersinggung dengan kata-kata dia. Tapi yang membuat hatiku lebih perih adalah: Sebuah kata yang membuat hati seorang anak g’ ikhlas untuk menerimanya. G’ apa lah... mungkin Allah menyuruh aq untuk belajar sabar.
To Be Continue